Cerita ini berawal dari penugasan saya di daerah Medan, sebagai OJeTers haruslah siap kan untuk dibuang kemana saja ke luar kota maupun diasingkan keluar negeri (berharap), karena tuntutan kontrak mati yang sudah diberikan sebelumnya (langsung ditandatangani dengan cap darah jempol saya) *that’s to extreme I think…(lebay)*. Hehe...
***
Pembukaan / intro saya cukup sekian, walaupun sangat tidak menjelaskan apa-apa ataupun keterangan yang lebih penting dan cukup ngarang, ga jelas, tak berujung, tak bermakna, dan tak-tak lainnya.
Sekarang kita lanjutkan ke cerita yang semakin tidak jelas ini… Kami berlima melakukan petualangan baru (The OJeTers), yang sebelumnya kami lakukan secara sendiri-sendiri ke berbagai pelosok jawa, sekarang dibagi menjadi berkelompok ke luar jawa (tepatnya wilayah Sumatra dan Kalimantan). Dan di Sumatra lah terbuang 5 orang yang merana tanpa tujuan mencari tempat tinggal.. (OJeTers oh OJeTers).
***
Setelah berjam-am mencari persinggahan, sampailah kami dipersinggahan yang cukup nyaman untuk 1-2 bulan di rumah warga yang cukup baik mau menampung 4 orang dari kami di kamar kosong mereka. Soalnya yang 1 orang udah dapet duluan ditengah jalan, dan 1 orang wanita dari kelompok kami ternyata lebih memillih untuk bergerombol membuat koalisi sendiri untuk masa depan yang lebih baik memberantas kejahatan dan fraud-fraud yang terjadi di dunia perbankan dunia ini!!! Huwahahahahaaa…… *evil-laugh* (…dan cerita pn semakin ga jelas).
Sampai dipenghujung kamar, tinggal lah kami bertiga yang menguasai 1 kamar yang tebilang cukup kecil dengan kasur 1 petak walaupun dengan fasilitas AC + LCD TV, tetap saja pengaaappp!!! Napasnya pada boros semua… (So crowded in a little space). Dan dari ruangan kecil inilah semua awal cerita dimulai, dengan background karakter yang berbeda, kultur yang berbeda, hingga hasrat yang berbeda untuk pemenuhan kebutuhan! *loh*.
***
Perkenalan karakter yang cukup ekstrem ini membawa saya kepada suatu pembelajaran yang berharga, bahwa dibelahan dunia manapun, kita harus bisa menghargai sesama dan saling menghormati, karena kita adalah rantai dari hubungan yang luas di bumi tercinta ini.
Pertama adalah seorang makhluk bernama Mr.B yang dengan segala gaya metroseksualnya, dan lebih terlihat seperti anak manja dibalik tubuh besarnya yang tegap dan seperti atlet basket jaman purba itu. Baik hati memang, dengan sikap setia kawannya, tetapi memang terkadang cukup membuat sesuatu hal lebih ribet (sulit) dari kenyataan aslinya. Dan jika air di bak mandi habis seketika dalam sekejap, pastilah dia yang akan menjadi tersangka utama! (entah bagaimana orang itu bisa menghabiskan air bak full dalam 1x mandi), mungkin sedang dehidrasi atau kotoran perutnya terlampau besar, hingga harus menyiramnya dengan satu bak penuh supaya tidak mampet saluran sanitasinya.
***
Lalu, ada seorang teman bertitel Haji Mablur (bukan mabrur…dikarenakan banyak hal aneh yang tidak terlihat sebagai mana mestinya kita memandang seorang Haji dengan segala sikapnya yang sopan dan santun. Dialah si pembuat onar dengan sikap angkuhnya, Mr.M! He’s the Boss-One, secara yang paling tua diantara pengembara di Medan ini. Dengan pola pikir yang lebih matang dan jam terbang dalam pekerjaan yang lebih dari rata-rata kami disini, Mr.M patut diacungi jempol masalah pekerjaan, He’s the Perfectionist-One too… dengan segala kesombongannya. Terkadang mikir juga siyh, kok ada ya..haji begini! Tapi inilah kehidupan, kadang banyak rintangan, cobaan, dan juga kemunafikan. (ppritttttttt……offside niyh cerita, makin lebay jadinya)!!! Tapi, disinilah peran penting beliau dalam pengambil keputusan yang bijak disaat kami-kami ini tersesat dijalan yang tak berujung penuh derita (nyasar dijalan). Hehe..maklum perantau.
***
Terakhir, sampailah pada penghujung cerita dimana saya sebagai orang yang lebih pendiam, kutu buku, pembicara yang baik serta pendengar yang setia ditiap keluhan teman-teman saya (ini off the record loh, dibalik segala kehebohan dan keonaran yang sudah saya lakukan sebenarnya). Dimana sifat yang sangat bertentangan ini semua harus dijadikan satu pembelajaran, dimana kami semua disini punya tujuan yang sama, yaitu lulus seleksi alam dalam menjalani salah satu cerita kehidupan yang kami miliki masing-masing di catatan buku kecil kami, yang sudah mencatat segala macam pembelajaran, kebaikan serta dosa yang pernah lewat di kehidupan kami. Dan menjadikan cerita baru yang lebih indah disetiap harinya. So, jika kita bisa saling menerima, saling menghormati dan menghargai sebagai manusia yang berderajat sama di mata-Nya, maka hidup ini akan lebih indah dijalaninya, tanpa beban yang harus memikirkan segala hal kecil seperti perbedaan tidak penting hanya karena perbedaan pendapat, keyakinan ataupun prinsip hidup.
***
NB: Be Strong, Keep Smile and Think PositiveNB: Be Strong, Keep Smile and Think Positive!
Inilah lapak kecil kami yang menjadi tempat singgah sementara untuk sebulan kedepan dengan variasi warna karakteristik didalamnya dari 3 kepala yang berbeda...