Thursday, May 26, 2011

Letter to GOD

Yth. Tuhan YME,

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Tuhan, maaf sebelumnya jika hamba lancang dalam berbahasa. Hanya saja hamba memang tidak pernah berhasil merangkai kata-kata yang indah untuk-Mu selama ini, yang mungkin dikarenakan nilai membaca Al-Quran hamba hanya mentok di huruf “D” saja.

Tuhan, Ampunilah Dosa hamba dan Kedua Orangtua hamba, selayaknya mereka menjaga , memelihara serta mengurus hamba semenjak kecil hingga saat ini. Hamba mungkin terkadang tidak pernah bersyukur atas nikmat dan anugerah yang tlah Engkau berikan kepada hamba, sekali lagi hamba memohon ampunanMu, dari sekian permohonan maaf atas ke-khilafan hamba.

Tuhan, hamba berterimakasih atas segala jalan hidup yang Engkau telah gariskan kepada hamba, dengan semua problematika yang ada, dan mungkin hidup hamba akan jauh lebih baik dengan adanya kehadiran seorang ayah disisi keluarga ini, tetapi mungkin hamba tidak akan pernah belajar menghargai arti kehidupan ini dengan segala nikmatnya, serta kekuatan hati yang sekarang telah tersemat di hati ini semenjak "kepulangan" beliau.

Tuhan, apalah arti sebuah Doa dan Harapan juga permintaan yang selalu hamba pinta kepadaMu, jika memang hambaMu ini adalah orang yang tak layak dan pantas mendapatkannya. Hamba hanya berharap Engkau Yang Maha Mengetahui dapat merelakan sedikit waktuMu dari segala jadwal padatMu untuk membaca surat tak layak baca ini.


Terima Kasih,



TTD,
Sang Pendosa.

Sunday, May 22, 2011

Ketukan Misteri di Siang Bolong

Siang terik, panas menyengat kisaran pukul setengah 2 di Medan ini, berasa sangat cerah sekali. Bagaikan bersahabat erat, SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) mataharinya sama gw! Biar pun tiap hari kita saling liat-liatan juga, sebenernya gw ilfil, males nyapa tuh mata-hari… mending main mata sama bu-lan deh klo malem-malem. Hehe.. (dimana sambungannya yah kira-kira? Aneh).

***
Cerita pun berlanjut, kali ini gw akan menceritakan tentang teman wanita, sesama OJeTers di Medan, bernama Begenk sang Muslimah si Pelahap Maut. Hehehe…sebutan itu dikarenakan ukuran tubuhnya yang selalu langsing menjurus kurus tanpa daging, tetapi kalau urusan napsu makan, dialah juaranya! Sehingga kami asumsikan bahwa Begenk mengalami kekurangan gizi atau bisa juga cacingan.

Lalu seperti inilah ceritanya, dimulai dari istirahat siang kami di hari Minggu yang cukup cerah ini, setelah berkelana sesaat ke warung makan ayam pentung di depan gang kosan kami untuk makan siang, kami pun bertiga berpencar ke masing-masing kamar (Begenk ke kamarnya di lantai dua rumah utama yang punya kosan, dan saya bersama Mr.B ke kamar seberang yang terpisah dengan rumah utama, lebih tepatnya masuk lewat garasi samping). Dan kepanikan pun dimulai saat Begenk menelepon Mr.B kalau ada yang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya, tetapi saat ditanyakan tidak ada sahutan dari luar, sedangkan memang saat itu seluruh anggota keluarga utama yang punya kosan sedang pergi dan rumah pun kosong melompong. Jadi paniklah kami bertiga, lalu kepanikan pun berlanjut saat semua akses pintu utama terkunci dari dalam. *What the Helloooo booo….yukss mareee…* Apakah yang terjadi… Siapakah yang mengetuk pintu kamar si Begenk di atas? Akankah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan??? (ala Silet).

Dan tanpa pikir panjang pun insting maling gw berjalan. Gw langsung naik ke atas kamar gw, keluar melalui teras kamar dan hap… loncat ke gentenk, merambat perlahan layaknya Spider-Man (red: Maling), merayap dengan pasti, sambil celingak-celinguk kiri-kanan, ali ajah ada anak kecil liatin gw naik gentenk begini dan teriak malinggggggg!!!! Bisa berbahaya bagi orang – orang yang punya penyakit Jantung Koroner kan. Terus sesampainya di teras kamar Begenk, gw coba ketok – ketok tanpa ada sahutan, dan saat di telepon ke hapenya Begenk, dia pun menjawab “takutttt…masih ada yang ngetokkk di depan pintu gwww!!! Ga berani bukain pintu teras…ga berani keluar kamarrrrr!!!”. Gw pun shock, padahal saat gw lihat dari ventilasi atas pintu teras, di depan kamarnya tuh ga ada orang sama sekali dan sepi. Disinilah letak ketegangan pun berlanjut menjadi Horor. Berteriaklah gw kea rah kamar Begenk melalui ventilasi tersebut..”Bukaaaa pintunyaaaa….gw liatin cepetannn, ga ada orangggg!!!”. Sampai akhirnya Begenk memberanikan diri membuka pintu kamar bersenjatakan parfum semprotnya menuju pintu teras untuk membukakan pintu gw. Finally, setelah gw cek keadaan rumah dibawah pun kosong melompong, dan memang tidak ada orang, lumayan gelap dan horror pastinya. Dan sekali lagi gw katakana bahwa gw lah yang berasa jadi maling di rumah yang lumayan besar ini!

***
Setelah kejadian itu pun Begenk mengungsi sementara di kamar kami sampai pemilik rumah datang. Tetapi sebelumnya ada satu hal aneh juga terjadi. Saat dibuka dari luar, pintu ruang tamu utama terkunci, tapi setelah turun kebawah melalui kamar Begenk, pintu itu tidak terkunci secara jelas. *What the Hellooooo-helooo Bandung ibu kota Periangannn!!!*.

***

NB:
Keisengan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja anda berada, baik secara nyata ataupun tidak, dan itu tidak dapat terduga oleh siapa maupun apa? Waspadalah…waspadalah…waspadalahhhhhhhh…..arrrggghhhhhhh….tidaaakkkkk…….. *mulai lebay*

Saturday, May 21, 2011

3 Kepala; 1 Lapak

Cerita ini berawal dari penugasan saya di daerah Medan, sebagai OJeTers haruslah siap kan untuk dibuang kemana saja ke luar kota maupun diasingkan keluar negeri (berharap), karena tuntutan kontrak mati yang sudah diberikan sebelumnya (langsung ditandatangani dengan cap darah jempol saya) *that’s to extreme I think…(lebay)*. Hehe...

***
Pembukaan / intro saya cukup sekian, walaupun sangat tidak menjelaskan apa-apa ataupun keterangan yang lebih penting dan cukup ngarang, ga jelas, tak berujung, tak bermakna, dan tak-tak lainnya.

Sekarang kita lanjutkan ke cerita yang semakin tidak jelas ini… Kami berlima melakukan petualangan baru (The OJeTers), yang sebelumnya kami lakukan secara sendiri-sendiri ke berbagai pelosok jawa, sekarang dibagi menjadi berkelompok ke luar jawa (tepatnya wilayah Sumatra dan Kalimantan). Dan di Sumatra lah terbuang 5 orang yang merana tanpa tujuan mencari tempat tinggal.. (OJeTers oh OJeTers).

***
Setelah berjam-am mencari persinggahan, sampailah kami dipersinggahan yang cukup nyaman untuk 1-2 bulan di rumah warga yang cukup baik mau menampung 4 orang dari kami di kamar kosong mereka. Soalnya yang 1 orang udah dapet duluan ditengah jalan, dan 1 orang wanita dari kelompok kami ternyata lebih memillih untuk bergerombol membuat koalisi sendiri untuk masa depan yang lebih baik memberantas kejahatan dan fraud-fraud yang terjadi di dunia perbankan dunia ini!!! Huwahahahahaaa…… *evil-laugh* (…dan cerita pn semakin ga jelas).

Sampai dipenghujung kamar, tinggal lah kami bertiga yang menguasai 1 kamar yang tebilang cukup kecil dengan kasur 1 petak walaupun dengan fasilitas AC + LCD TV, tetap saja pengaaappp!!! Napasnya pada boros semua… (So crowded in a little space). Dan dari ruangan kecil inilah semua awal cerita dimulai, dengan background karakter yang berbeda, kultur yang berbeda, hingga hasrat yang berbeda untuk pemenuhan kebutuhan! *loh*.

***
Perkenalan karakter yang cukup ekstrem ini membawa saya kepada suatu pembelajaran yang berharga, bahwa dibelahan dunia manapun, kita harus bisa menghargai sesama dan saling menghormati, karena kita adalah rantai dari hubungan yang luas di bumi tercinta ini.

Pertama adalah seorang makhluk bernama Mr.B yang dengan segala gaya metroseksualnya, dan lebih terlihat seperti anak manja dibalik tubuh besarnya yang tegap dan seperti atlet basket jaman purba itu. Baik hati memang, dengan sikap setia kawannya, tetapi memang terkadang cukup membuat sesuatu hal lebih ribet (sulit) dari kenyataan aslinya. Dan jika air di bak mandi habis seketika dalam sekejap, pastilah dia yang akan menjadi tersangka utama! (entah bagaimana orang itu bisa menghabiskan air bak full dalam 1x mandi), mungkin sedang dehidrasi atau kotoran perutnya terlampau besar, hingga harus menyiramnya dengan satu bak penuh supaya tidak mampet saluran sanitasinya.

***
Lalu, ada seorang teman bertitel Haji Mablur (bukan mabrur…dikarenakan banyak hal aneh yang tidak terlihat sebagai mana mestinya kita memandang seorang Haji dengan segala sikapnya yang sopan dan santun. Dialah si pembuat onar dengan sikap angkuhnya, Mr.M! He’s the Boss-One, secara yang paling tua diantara pengembara di Medan ini. Dengan pola pikir yang lebih matang dan jam terbang dalam pekerjaan yang lebih dari rata-rata kami disini, Mr.M patut diacungi jempol masalah pekerjaan, He’s the Perfectionist-One too… dengan segala kesombongannya. Terkadang mikir juga siyh, kok ada ya..haji begini! Tapi inilah kehidupan, kadang banyak rintangan, cobaan, dan juga kemunafikan. (ppritttttttt……offside niyh cerita, makin lebay jadinya)!!! Tapi, disinilah peran penting beliau dalam pengambil keputusan yang bijak disaat kami-kami ini tersesat dijalan yang tak berujung penuh derita (nyasar dijalan). Hehe..maklum perantau.

***
Terakhir, sampailah pada penghujung cerita dimana saya sebagai orang yang lebih pendiam, kutu buku, pembicara yang baik serta pendengar yang setia ditiap keluhan teman-teman saya (ini off the record loh, dibalik segala kehebohan dan keonaran yang sudah saya lakukan sebenarnya). Dimana sifat yang sangat bertentangan ini semua harus dijadikan satu pembelajaran, dimana kami semua disini punya tujuan yang sama, yaitu lulus seleksi alam dalam menjalani salah satu cerita kehidupan yang kami miliki masing-masing di catatan buku kecil kami, yang sudah mencatat segala macam pembelajaran, kebaikan serta dosa yang pernah lewat di kehidupan kami. Dan menjadikan cerita baru yang lebih indah disetiap harinya. So, jika kita bisa saling menerima, saling menghormati dan menghargai sebagai manusia yang berderajat sama di mata-Nya, maka hidup ini akan lebih indah dijalaninya, tanpa beban yang harus memikirkan segala hal kecil seperti perbedaan tidak penting hanya karena perbedaan pendapat, keyakinan ataupun prinsip hidup.

***
NB: Be Strong, Keep Smile and Think PositiveNB: Be Strong, Keep Smile and Think Positive!

Inilah lapak kecil kami yang menjadi tempat singgah sementara untuk sebulan kedepan dengan variasi warna karakteristik didalamnya dari 3 kepala yang berbeda...